Pages

Kamis, 28 April 2011

Jaket Organisasi - Antara Resmi dan Mubadzir

" sesungguhnya Allah tidak menyukai hambaNya yang kufur nikmat dan menghambur-hamburkan uang."


setiap kepengurusan berganti, pastilah ada sesuatu misi baru yang ingin dibawa. sebuah harapan baru dan menggelora dalam meneruskan estafet kepengurusan. dan, kebanyakan dari semangat ini ekuivalen dengan jaket kepengurusan yang baru.
saya juga tidak mengerti darimana awal mula tradisi jaket kepengurusan ini bermula. kapan, dan siapa pencetusnya sampai saat ini tidak diketahui. lantas saya teringat percakapan dengan orang yang baru saya kenal di bus jurusan malang-surabaya. dia bertanya, apakah wajib membeli jaket begitu? apakah tidak menghambur hamburkan uang saja? 
saya kaget dengan pertanyaannya, seolah olah baru saja terfikir oleh saya. kemudian saya berfikir seandainya semua anggota ramai-ramai menyumbang saja daripada membeli jaket yang harganya rata-rata 90 ribuan, gimana ya jadinya. 
lagipula, untuk pengurus yang notabene tahun sebelumnya juga menjabat sebagai pengurus, apa tidak menumpuk jaket nih ceritanya.. cerita yang sekelumit ini semoga memberi inspirasi bagi pembaca.

0 komentar:

Posting Komentar