Pages

Kamis, 17 Februari 2011

Tugas Halaqoh - Resume Buku

“Buku Pintar Akhlak”
Buku karangan Dr. Amr Khaled ini sempat menyita beberapa hari liburan. Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi tentang sederet akhlak yang Islam ajarkan kepada para pemeluknya melalui Rasulullah SAW. Diantaranya terdapat : ihsan, tawaduk, jujur, amanah, kesetiaan, malu, kasih sayang, nasihat, persahabatan, dsb.
Yang paling menarik perhatian saya adalah bagian : ihsan, life must be excellent. Pada bab ini, Dr. Amr Khaled menjelaskan tentang keseluruhan tentang ihsan. Tentang apa arti ihsan, ayat-ayat yang berkaitan dengan ihsan, bentuk-bentuk ihsan, dsb.
Menurut beliau, ihsan adalah mengerjakan sesuatu dengan baik. Nabi SAW bersabda, “Allah senang jika kalian mengerjakan sebuah pekerjaan dengan baik.” (HR Tabrani dalam Mu’jam al-Awsath hadis no. 901, Abu Ya’la dalam Musnad-nya hadis no. 4386)
Al Qur’an telah banyak membahas tentang ihsan.  Ayat-ayat yang menjelaskan ihsan antara lain : QS An Nahl: 90, QS Al Imran: 134, QS al A’raf: 56, QS Hud: 115, QS Ar Rahman: 60, QS An Nahl: 128, dan QS Yunus: 26.
Bentuk-bentuk ihsan yang beliau kemukakan adalah sebagai berikut.
1.      Ihsan dalam ibadah
Akhlak terkait erat dengan ibadah. Dalam hadis yang terkenal, ketika malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad SAW., ia bertanya kepadanya guna mengajarkan kepada kita beberapa urusan agama. Saat ia bertanya kepada nabi SAW., “beritahukan padaku tentang ihsan!” beliau menjawab, “engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihatNya. Jika engkau tidak melihatNya, Dia melihatmu.” (H.R Bukhari hadis no. 4777, Muslim hadis no. 97 dan no. 98). Beliau mengajak pembaca buku ini untuk menjalani hari-hari dengan cara yang disukai dan disenangi Tuhan.
2.      Ihsan kepada kedua orangtua
Dalam QS al Isra’: 23, Allah berfirman, “dan kepada kedua orangtua hendaknya berbuat ihsan”. Cara-cara untuk berbuat ihsan kepada orangtua adalah tatapan mata (jangan melihat dengan tajam), dalam intonasi suara (jangan meninggikan suara dan jangan mengejek atau megolok-olok), dalam tersenyum.
3.      Ihsan kepada anak perempuan
Nabi SAW. bersabda, “seseorang yang mempunyai dua anak perempuan atau dua saudara perempuan yang telah cukup umur, lalu ia berbuat ihsan kepada mereka selama mereka bersamanya atau ia bersama mereka, niscaya keduanya akan memasukkan orang tersebut ke dalam surga.” (HR Ibn Majah hadis no. 3670). Contoh nyata dalam berbuat ihsan kepada anak perempuan adalah : menyertai mereka, mendengarkan mereka, dan meraih kepercayaan mereka.
4.      Ihsan dalam memberi salam
Kita juga mesti berlaku ihsan dalam memberi salam. Allah SWT, berfirman dalam QS An Nisa’: 86, “jika kalian diberi sebuah salam, balaslah dengan salam yang lebih baik atau balaslah dengan yang serupa.” 
5.      Ihsan dalam berdebat
Allah SWT. berfirman dalam QS An Nahl: 125, “debatlah mereka dengan cara yang lebih baik.” Manakala sebagian orang yang taat agama diajak berdebat, mereka begitu emosional. Penulis buku ini berharap agar kita semua bisa belajar kepada Nabi SAW. Tetap bersikap ihsan meskipun saat berdebat.
6.      Ihsan damlam berbicara
Allah SWT. berfirman dalam QS Al Isra’: 53, “katakanlah kepada hamba-hambaKu, hendaknya mereka mengatakan yang paling baik.” Mengatakan yang paling baik disini dapat diartikan seperti : memilih kata-kata yang paling halus, paling manis, dan paling baik.
7.      Ihsan dalam menikah
Allah SWT. berfirman dalam QS An Nisa’: 19, “bergaullah dengan mereka (para istri) secara baik.” Ketika menafsirkan kalimat diatas, para ulama menyatakan: artinya bukan berarti jika istrimu berbuat baik padamu engkau pun berbuat baik padanya. Akan tetapi, jika ia berbuat buruk padamu engkau tetap berbuat baik padanya. Itulah yang disebut bergaul secara baik.
8.      Ihsan dalam memilih tempat tinggal
Diantara bentuk ihsan adalah memilih tempat tinggal yang baik. Seperti kita ketahui, para istri Nabi SAW. tinggal di masjid Nabawi. Ia adalah daerah gurun pasir. Namun, ketika menikah dengan Mariyah dari Mesir (sementara Mesir adalah negeri sungai Nil yang subur), beliau menempatkannya di sebuah tempat yang dipenuhi tumbuhan dan tanaman: al Awali.
9.      Ihsan dalam bercerai
Allah SWT. berfirman QS al-Baqarah: 229, “talak (yang bisa dirujuk) itu dua kali. Setelah itu, ia boleh rujuk lagi dengan cara yang baik, atau menceraikan dengan ihsan.”
10.  Ihsan dalam mendengar
Allah SWT. berfirman dalam QS Az Zumar: 18, “…yakni yang mendengar perkataan dan mengikuti yang terbaik darinya.” Pilihlah apa yang layak didengar oleh telingamu. Jangan mendengar pembicaraan yang rendah, pembicaraan yang tidak berguna.
11.  Ihsan dalam mengulang pelajaran
Diantara bentuk ihsan adalah mengulang pelajaran dengan sebaik-baiknya. Jangan kaukatakan, “dijamin lulus.” Maukah engkau dinilai oleh Allah sebagai orang yang berlaku ihsan? Wujudkan sikap ihsan dalam mengulang pelajaran hingga engkau menjadi orang yang unggul. Ketauhilah, lewat akhlak ihsan engkau sebenarnya sedang berinteraksi dengan allah, bukan dengan manusia.
12.  Ihsan kepada binatang
Ketika seseorang merobohkan kambingnya, lalu mulai mengasah pisaunya, Nabi SAW. berkata kepadanya, “engkau ingin membunuhnya dua kali?” orang itu menjawab, “jadi apa yang mesti kulakukan?” beliau berkata, “mestinya engkau mengasah pisaumu dulu, baru kemudian membaringkannya.” (HR al Hakim hadis 4/231, al Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir hadis 11/333).
13.  Ihsan kala kerja
Ihsan di tempat kerja sangat dibutuhkan, terutama saat ini. kita berharap bisa menemukan produk yang bertuliskan: “produksi lokal yang dihasilkan dengan ihsan (profesional)”. Dengan begitu, pasti mutunya terjamin. Sekarang ini, ihsan dalam kerja adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang. Jika engkau ingin negerimu maju, bangkit, dan unggul, engkau harus bersikap ihsan.
14.  Ihsan dalam berperang
Diantara bentuk ihsan adalah ihsan dalam berperang. Ketika Nabi SAW. berkata kepada pasukannya, “pergilah dengan nama Allah dan di atas agama Rasulullah. Jangan kalian membunuh orangtua renta, jangan membunuh anak kecil, jangan membunuh ibu yang sedang menyusui, jangan merobohkan bangunan, jangan menbakar pohon, dan jangan menebang pohon kurma. Tunjukkan sikap ihsan kalian!” (HR Abu Daud hadis no. 2614).
15.  Ihsan dalam membunuh orang kafir
Allah SWT. berfirman dalam QS Muhammad: 4, “apabila kalian bertemu dengan orang kafir (di medan perang), tebaslah batang leher mereka.” Allah juga berfirman dalam QS Al Anfal: 12, “penggallah kepala mereka.” Mengapa Allah mengatakan “tebaslah batang leher mereka” dan “penggallah kepala mereka”? sebab, itulah cara membunuh yang paling mudah tanpa menyiksa. Allah menunjukkan kepada mereka tempat yang tepat untuk dibunuh agar kematian menjadi sangat mudah. Dengan begitu, mereka tidak menyiksa dan nyawa musuh pun melayng dengan mudah.

5 komentar:

huda-quincy mengatakan...

Jadi pengen bgt baca buku ini.. sepertinya emang bagus... n_n

Aku Ingin Dipanggil Ukhti mengatakan...

di gramed ada, wind. coba cek mgkn masih ada. hhheee. bgus loh, sumber hadis yg dicantumin lengkap dan sahih (according to molly's said). >.<

huda-quincy mengatakan...

pinjem kyknya enak nihh...(Gratisan.com)

Aku Ingin Dipanggil Ukhti mengatakan...

maulida juga punya kok hud.. kalo punyaku udah panjang antriannya.. kekekeke

huda-quincy mengatakan...

Hmm.. Kmaren aku udah pesan punya Ranika sich... tp g tw kapan mw tak baca.. sibuk nihh aq..

Posting Komentar