Pages

Sabtu, 01 September 2012

Yes, I am a Candy!



“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)


akhirnya saya memutuskan untuk membuat lagi satu postingan galau prihatin. prihatin atas hal paling mendasar yang seringkali muslimah tidak mengindahkannya : menutup aurat. seorang teman dengan baik hati mengatakan hal ini kepada saya.

"kamu itu aneh, 'dibungkus-bungkus' kayak permen".

permen yang terbungkus bukankah lebih terjamin higienitas-nya daripada yang dibiarkan terbuka? :D


saya mengerti, bahwa paham yang berbeda bukanlah suatu yang jarang dijumpai. semua pernah mengalaminya. namun dalam konteks ini, bukankah Allah subhanahu wa ta'ala dengan tegas menjelaskannya dalam Al Qur'an bahwasannya wanita yang beriman (muslimah) wajib menutup aurat mereka? lihat saja Allah yang dengan lembut memilih kata "hendaklah (lihat potongan ayat Annur diatas)" daripada diwajibkan. karena menurut saya, kewajiban ini membutuhkan pikiran yang murni dan tidak ragu-ragu untuk melakukannya. ah, saya lupa kawan! yang diseru dalam ayat diatas hanya-lah yang beriman. :D

ketika saya sedang menempuh pendidikan bahasa Inggris di negeri Paman Sam, teman kelas saya yang berasal dari Jepang duduk di sebelah saya. kemudian dia bertanya, "why you use this dress everyday?" (sambil menunjuk baju saya). mungkin yang dia maksud adalah, saat summer begini kenapa saya dress up (berdandan) seperti ini (baju lengan panjang, rok panjang, dan jilbab se-siku). saya hanya tertawa dan menjelaskan, "this dress is our identity as a moeslem, woman who their religion is Islam. wait, did you know what Islam is?"

dia menganggukkan kepala, "it's a religion, right?"

dan saya melanjutkan, "you're right, and I have to drees up like this because it's our rule in Islam. besides, we have to pray five times a day".

dia seakan tak percaya, lima kali dalam sehari?. saya mengangguk sembari tersenyum. ah, dia akhirnya bilang "I see".

beberapa saat kemudian dia bertanya lagi,

"so, can you use this dress (menunjuk ke -maaf- rok mini nya)".

saya tertawa lebih lama sebelum akhirnya menjawab, "of course I can't do that. you know, I have to cover my head with jilbab (dan dia dengan ber-oh memegang jilbab saya) to all man except my mahram. (nah lho, ini namanya bunuh diri dengan memberi kesempatan dia bertanya lagi dan itu berarti semakin panjang ngomongnya)."

melihat ekspresi wajahnya yang akan berubah dari paham menjadi tidak paham lagi, buru-buru saya menambahkan : "mahram means, anybody who I can't marry with. such as my father, my brother, etc."

dia menganggukkan kepalanya lagi, "I see" katanya untuk yg kedua kali nya.

beberapa hari setelahnya, saya memakai jilbab Rabbani (bukan promo, untuk keperluan ilustrasi semata) yang terdapat motif bunga dan dia menunjuk-nunjuk motif tersebut. "wow, it's really beautiful"

saya yang terkaget-kaget dengan sikap nya yang langsung memegang motif bunga tersebut (ada di bagian kepala), hanya berkata : "yeah, you're right".

ada juga teman saya yang dari China penasaran dengan apa yang saya pakai untuk menutupi kepala saya (baca:jilbab/heejab), menanyakn hal serupa dengan teman Jepang tadi. dan saya seperti kaset yang harus memutar rekaman lama (dengan senang hati) menjelaskannya ulang. ketika teman China ini berkunjung ke kamar asrama saya, dia minta ditunjukkan bagaimana saya memakai jilbab. yah, akhirnya saya menjadi tutor dadakan. :D

"aku tidak mau urusan duniaku menginterupsi jilbabku sama hal nya dengan aku tidak mau jilbabku membuat ruang gerakku terbatas.
aku mau jadi diriku, yang ini dan itu, asal tetap pada jalanNya".


meskipun berjilbab dengan benar, siapa bilang menjadi terkekang dan terbelakang?

^^








5 komentar:

vellin mengatakan...

you must be have a good experience there. :)
learning english, meet friends of many country and unpredictly become an spreading agent of Islam..hehehe

Sofyani Wulansari mengatakan...

vellin : I just didn't realize that I'll be an spreading agent. :D
well, a lot of experience in here. I think it's the priceless thin I ever had.

yunita dwi h mengatakan...

hmmmm.. saya penasaran apa teman cina kamu juga mencoba belajar pakai jilbab??
sofi,, semangat berjuang ya... ^o^)//

rinai mengatakan...

betapa dari identitas luar seorang muslim membuat mereka ingin mengenal islam ya. like this note, so inspiring ^^. tetap semangat, Sofy ;D

Anonim mengatakan...

Mbak, saya salut dgn mbak...
di USA itu, mbak udah berdakwah melalui jilbabnya mbak.

Keep iqtiqomah mbak...Semoga Allah senantiasa melindungi mbak dimana pun mbak berada :-)

Posting Komentar