Pages

Jumat, 17 Agustus 2012

#Fact about America

" lebih mudah untuk menyerah daripada setengah mati berusaha untuk bertahan "

kawan, bolehkah aku menceritakan pengalaman-pengalamanku selama beberapa hari ada di negara ini? kami menginjakkan kaki pertama kali disini pada tanggal 14 Agustus 2012. setelah perjalanan yang melelahkan, kami diantar ke dorm/asrama masing-masing. FYI, kami tidak ditempatkan di satu asrama melainkan dipecah dengan tujuan kami bisa menambah banyak teman Amerika. good for us, kami memulai short term Intensive English Program (IEP) ini bertepatan dengan penerimaan mahasiswa baru Colorado State University (CSU) atau yang lebih terkenal dengan maskot Rams (sejenis kambing yang hidup di daerah  pegunungan, yang memiliki tanduk amat besar), dan warna dominan dari kampus ini adalah hijau tua.




namun semua mahasiswa baru diperbolehkan pindah ke asrama kampus secara global saat acara Move-In tanggal 16 Agustus 2012. sehingga, ketika kami tiba di asrama, kami merasa asrama ini sepi. sangat sangat sepi. aku mendapatkan Ingersoll Hall room number 116 bersama dengan teman Amerika bernama Katherine. kami sepantaran, sama-sama tahun ke empat kuliah. dia ambil double degree, zoology dan wild animal or something like that. dia sangat mencintai binatang, tapi untungnya dia tidak memelihara seekor binatang pun di kamar. karena peraturan di asrama yang aku tempati sangat ketat, untuk ukuran bule macam mereka. at least, ada beberapa rule yang tertempel di dinding sepanjang lorong asrama, seperti : No Pets, No Alcohol Drink, No Smoking, Be Respect (jadi tiap hari ada waktu dimana kita must to be quiet, biasanya jam 10 pm-6 am. aku merasa sangat beruntung ditempatkan di asrama ini, karena aku yakin aku "save". I telling you, fact #1 : orang Amerika taat aturan. 
pertama aku dan satu teman lainnya bernama Ana yang sama-sama ditempatkan di asrama ini, dijemput oleh dua orang bernama Nancy dan Adam. Nancy kira-kira berusia 60 tahun tapi jangan tanya bagaimana semangatnya, dan yang paling ku suka dari Nancy adalah sifat ingin tahu nya. or, are all of Americans like her? sebelas dua belas dengan Nancy, Adam (dia salah satu asisten pengajar) juga sangat penasaran dan selalu antusias dengan apapun yang kami lakukan atau kami ucapkan. hebohnya lagi, aku baru menyadari bahwa setiap kata atau perilaku yang kami kerjakan akan selalu mereka timpali dengan kata-kata penyemangat macam : Great! Good! Excellent! Well Done! Great!, dan sebagainya. aku sempat khawatir dan ragu, apa ketika aku salah bertindak mereka juga akan mengatakan hal serupa. iseng aku coba, salah menulis sesuatu di form asrama ku dan Adam cuma berkata : Oh that's Ok. yaaahh kirain udah mau dimarah-marahin hehe.
fact#2 : orang Amerika suka memotivasi.
setelah mengisi form di front desk, petugas disana memberi kunci asrama berbentuk kartu persegi panjang warna putih polos dan dua kunci, satu kunci besar untuk kamar dan satu kunci kecil untuk mail box untuk ku. di depan front desk, terdapat banyak kotak besi yaitu mail-box kami yang terjajar rapi urut nomor kamar maisng-masing. begitu sampai di kamar 116, seorang gadis pirang mendatangiku dan mengucapkan beberapa basa-basi perkenalan. dia adalah Rachel, Resident Assistant (RA) di koridor asrama yang aku tempati. dia sangat ramah, RA disini berarti semacam pemandu (kakak tingkat) yang akan membantu first year student untuk beradaptasi dengan lingkungan dan menjadi semacam information center. dia dengan senang hati akan membantu menjawab semua pertanyaanmu. 
malam hari aku habiskan dengan membereskan barang-barang dalam koper, menata selimut dan sprei, dan sebagainya. kamar asrama yang ku tempati mewah sekali, haha. andai kontrakan di Malang juga kayak gini mah betah aja di kontrakan mulu. masing-masing dari kami mendapat 1 kamar tidur tingkat atas, dan bawahnya kosong untuk mengisi dengan barang-barang lain, 1 set meja belajar, 1 lemari dua pintu ukuran besar, dan satu kotak lemari susun 3 serbaguna. 


pokoknya, jangan tanya deh fasilitas yang aku dapat apa aja disini. udah kayak semua yang kamu mau boleh kamu ambil. dan seolah-olah, ini beneran buat kita? jadi mungkin setara juga dengan biaya course yang pihak sponsor bayarkan sebesar 65 juta-an/grantee. fasilitas lengkap dan semua nya masih terawat dengan sangat baik. bahkan aku diberi selembar kertas berisikan list barang yang menjadi hak ku, dan bagaimana kondisinya sekarang. jika ada kerusakan, maka kita centang kolom Student Check-In. pihak pengelola asrama akan segera menggantinya dengan yang baru. emang ya bener kata pepatah Jawa : "nggowo rego, nggowo rupo" yang artinya semakin tinggi harga sesuatu maka semakin bagus kualitasnya. fact#3 : orang Amerika profesional dalam bekerja.
kamu tidak akan temukan orang disini yang ketika bersimpangan di jalan atau dimana saja, tidak mengucapkan "Hi" atau "Hello". awalnya aku merasa, wah orang itu baik banget nggak kenal aku aja udah nyapa. padahal semua orang melakukannya. haha, jadi kita juga ikut begitu. menyapa mereka tiap bertemu. fact#4 : orang Amerika ramah.

selanjutnya adalah mengenai asrama yang saya tempati, Ingersoll Hall. tiap asrama disini dilengkapi dengan teknologi canggih. untuk keluar masuk asrama, kami setidaknya perlu melewati dua pintu yang dilengkapi Access Reader. yang kami perlu lakukan hanyalah menempelkan kartu putih/CSU ID kami ke dekat sensor dan pintu terbuka. untuk masuk kamar, hanya menggunakan kunci biasa namun untuk masuk kamar mandi, kami harus memasukkan kode. dan Rachel memberitahukan kode hanya untuk penghuni asrama. ada peraturan tersendiri untuk tetap menjaga agar kode tersebut hanya penghuni yang tahu. pernah saat hari kedua saya ada agenda jam 7.30 am namun saya bangun kesiangan sehingga saking paniknya saya berkali-kali salah memasukkan kode kamar mandi sehingga semakin lama saya tidak jua mandi. ==''
fact#5 : seluruh sudut disini dilengkapi dengan teknologi modern.

asrama saya terletak sangat jauh dar tempat perkuliahan, dari ujung sudut ke ujung sudut lainnya. jika ditempuh menggunakan kaki, maka akan memakan waktu yang sangat lama dan melelahkan kaki. itulah sebabnya mengapa mahasiswa disini lebih suka menggunakan mobil. meskipun ada juga beberapa yang berjalan kaki atau naik sepeda. tempat parkir disini pun sangat rapi, sejauh ini saya hanya menemui beberapa sepeda motor. itu pun Moge (motor gede). kebanyakan hanya mobil dan ada parkir khusus sepeda angin. 
fact#6 : mereka sangat disiplin dan rapi.

mereka juga sangat mencintai lingkungan, setiap tempat sampah disini dibedakan menjadi dua yaitu sampah biasa dan sampah yang bisa di daur ulang. jadi semacam kardus, botol, dan sebagainya itu bisa diletakkan di tempat sampah khusus untuk di daur ulang. pertama kami melalui proses registrasi dan mengisi beberapa formulir untuk akun bank disini. pihak sponsor memberikan sejumlah uang saku dalam akun tersebut. dan, ATM sudah menjadi satu dengan CSU ID. jadi semacam KTM ini bisa multifungsi : membuka pintu di asrama, mendapatkan makanan di Dining Hall, menarik sejumlah uang, dan melakukan aktivitas lainnya seperti laundry, membeli minuman ringan, dan sebagainya. 

bagaimana tentang puasa disini? wow, jangan ditanya. kami mulai berpuasa jam 5.00 am dan baru berbuka sekitar pukul 8.00 pm. total, kami berpuasa selama 15 jam namun dengan cuaca yang sangat berbeda. panas sekali disini, kami sering mengalami dehidrasi yang parah. bibir pecah-pecah dan beberapa bagian kulit kami terasa mengelupas. ditambah aktivitas di awal-awal yang tergolong sangat banyak. mungkin alasan ini juga yang membuat beberapa teman memilih untuk tidak berpuasa. yeah, it's your choice. be consistent or do whatever you want. kalian tahu? karena ini summer, end of summer, kebanyakan cewek disini hanya memakai (maaf) hot pants / celana yang amat pendek dan tank top atau baju atasan sejenisnya yang terbuka. mereka menganut paham liberal, semua bebas dikerjakan. I know that before. dan yang lebih membuat saya prihatin, ada juga teman yang kemudian mengubah penampilan menjadi ke-barat barat-an. once again, I absolutely know it's their choice. hem hem. :< yang bikin prihatin hanya lah, se-mudah itu kah keyakinan bisa tergoyahkan? *bukannya merasa benar sendiri..
fact#7: Allah ada dimana-mana, do whatever you want to do.


pernah juga Sarah dan Kyla (staf pengajar di IEP) mengajak kami ke secondhand store, surganya barang-barang bekas yang masih layak pakai. dan waktu itu saya membeli kabel LAN untuk memudahkan koneksi internet di notebook saya, dan beberapa barang lainnya yang total harganya $2.68 dan dengan polosnya saya membayarnya dengan uang $100. karena hanya itu satu-satu nya lembar dollar yang ada di dompet saya. dari Indonesia saya hanya membawa sejumlah uang namun dalam bentuk rupiah. ibu menyuruh saya untuk tidak usah menukarnya dengan dollar, karena tahu bahwa putrinya ini suka buang uang. hihi.. kemudian si kasir store tersebut kaget campur ketawa. dia bilang ke temannya, hey have you ever seen people buy $2.68 with $100? aduh, saya malu minta ampun. setelah saya pikir-pikir, hemm iya ya masa' mau beli 26 ribuan dengan uang 1 juta an. lol

well, anytime is special here. dan, selalu ada cerita yang inshaAllah siap saya share ke kalian. so, see you next. saya harap saya bisa istiqomah menulis, karena besok sudah hari pertama kuliah. 

_I miss all people in this picture_









9 komentar:

Anonim mengatakan...

Quote "lebih mudah untuk menyerah daripada setengah mati berusaha untuk bertahan" nya belum keluar ya?

Sofyani Wulansari mengatakan...

belum...ditunggu aja kak, :D

Wahyu Dani mengatakan...

wah jadi penasaran nunggu tulisannya keluar lagi..

Sofyani Wulansari mengatakan...

ditunggu aja mas Wahyu Dani.. ohya, sudah sy follow blog nya. nice! :D

Wahyu Dani mengatakan...

oke, sykron

Wahyu Dani mengatakan...

eh kayaknya lom masuk di Follower saya deh, barusan tak cek liat

Sofyani Wulansari mengatakan...

got it! akhirnya sdh sy follow, maaf tadi trouble mau follow trhalang ngomong2 sama temen se kamar. :D

Wahyu Dani mengatakan...

okey, done, syukron jazakalloh

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum...
Luar biasa mbak ceritanya...

Alhamdulillah meski sy bukan penerima ielsp, tapi sy merasakan juga kenikmatan dari para grantee of IELSP cohort X...


Semuanya memiliki keunikan tersendiri...
dan sepertinya yg di Colorado memiliki keunikan tersendiri ya, biar toilet pake kode. hehe...

Belum lagi kalo bisa sempet jln2 ke Rocky Mountain. Wuihhhh, pasti menyenangkan :-)

Ditunggu kelanjutan pengalaman menariknya ya...

Posting Komentar