Pages

Minggu, 24 Maret 2013

Bayar Mahal Jadi Tentara

" kepasrahan dibutuhkan, saat angan setinggi gunung tak mampu kau daki "

silaturahim ke guru SMA ku yang satu ini, tak bisa ku lewatkan tiap lebaran. beliau selain dulu sebagai wali kelas waktu aku kelas X SMA, juga sebagai orang yang berperan mempertemukanku dengan pak Burhan sehingga aku bisa kuliah sampai sekarang. 

Bu Eni, itulah namanya. pada kunjungan lebaran yang ke sekian, aku sendiri agak lupa. kami mulai berbincang ringan, sampai akhirnya beliau bertanya tentang kabar salah seorang teman SMA ku namanya Krisna (*bukan nama sebenarnya, agak nggak enak nanti kalo aku sebutkan nama asli). mendengar namanya, aku hanya ingat kabar dia sedang tidak baik. terakhir, aku dengar kabar dari teman-teman bahwa dia saat ini sedang mengalami gangguan jiwa. 

Kamis, 14 Maret 2013

My Plan

#April--> semoga bisa lekas seminar proposal. UTS.

#Mei--> mengerjakan Bab IV dan V untuk seminar hasil.

#Juni--> semoga bisa seminar hasil di bulan ini. UAS.

#Juli--> semoga bisa disusul dengan sidang/ujian kompre. ahlan wa sahlan yaa Ramadhan.

#Agustus--> Ied Mubarak! dan...semoga lancar urusan kedua keluarga di pertemuan nanti ^^,

#September--> semoga sudah dapat pekerjaan, sangat mengharapkan jadi staf QC di perusahaan/pabrik.

#Oktober dan bulan-bulan seterusnya--> saatnya membalas jasa orangtua, berbakti kepada mereka sebelum beralih bakti ke suami

kelihatan rapi, tertata dan indah sekali jika memang demikian adanya. sesuai rencana. namun aku sangat yakin, rencana Allah dengan diiringi kuasaNya jauh lebih indah. hamba hanyalah makhluk lemah yang berencana, Engkau lah penentu segala urusan. 

Selasa, 29 Januari 2013

Jodoh itu Perkara Usaha

"siapa yang akan menyangka, nun jauh dari negara kelahiranmu, justru seseorang menawarkan muallaf kepadamu"

seperti sebelumnya, sehabis sholat maghrib, aku mengaji barang satu-dua lembar. bagaimanapun juga sebagai seorang muslimah aku harus konsisten dengan amalan yang sudah dikerjakan. meskipun tengah berada di negeri orang kafir, lirih ku ucapkan ayat demi ayat dari Allah. jika kesejukan hatiku salah satunya adalah dengan melihat ibu, maka disini aku tak bisa melihatnya dan hanya mengandalkan kitab suci ini. aku tak peduli di luar kamar asrama di balik pintu sana mereka sedang hura-hura entah berbuat apa. dan teman sekamarku, Katherine, alhamdulillah dia mengerti rutinitasku yang satu ini. 

Senin, 10 Desember 2012

Pendewasaan

"orang banyak mengira bahwa hidup yang ku punya selalu bahagia. mereka tidak salah, mereka hanya tak tahu yang sudah ku alami."

pertengahan bulan Juni 2012, aku sedang sibuk berjuang di UAS semester enam. dua puluh dua sks aku ambil, dengan beberapa praktikum dan juga asistensi di dua laboratorium. seperti semester-semester sebelumnya, aku tak pernah merasa bahwa aku yakin bisa menjalani UAS. aku selalu minder, tak yakin dengan kemampuan di bidang Statistika ini. pas-pasan, dan sepertinya terlalu banyak kebaikan Allah atas hasilnya. 

Senin, 05 November 2012

No Religion? Oh No!

Pernah menjumpai orang yang mengaku secara terang-terangan tidak punya agama? Sebelumnya, maafkan saya karena membuat postingan yang rawan protes (menyangkut SARA, mungkin). Namun negara Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila dimana sila pertama mengakui adanya Tuhan. Dan semasa saya kecil, ada lima agama yang diakui di negara ini. Sekarang sepertinya nambah satu, I don't really sure. Pun jua ketika di KTP, selalu ditanyakan: agama nya apa? Masa' mau bilang, atheis. Bahkan setahu saya, mereka-mereka yang atheis pun tetap mencantumkan satu agama di KTP nya. It's so funny! 

Jumat, 02 November 2012

Kronologi Part#3 (Finish)


Di dalam ruangan tersebut sudah ada seorang bapak berkacamata yang siap mendengarkan celotehku selama setengah jam. Selama itu, beliau dengan nada yang teramat datar, menanyakan bermacam-macam pertanyaan yang harus kujawab dengan sangat bijaksana. Jujur, tidak mengada-ada, dan mengesankan. Disinilah aku sungguh merasa berterimakasih pada organisasi yang selama dua setengah tahun aku aktif di dalamnya. Sebab, bapak ini lebih tertarik pada sisi kepemimpinan dan kemandirianku dalam menghadapi berbagai permasalahan. Aku sungguh beruntung, sebab aku dipertemukah dengan lembaga kerohanian Islam di fakultas MIPA yang memberikan lebih dari cukup, sebuah arti dari apa itu kepemimpinan dan bagaimana aku menjadi pemimpin yang seharusnya. Disamping itu, bapak ini juga menanyakan tentang beberapa kebudayaan Indonesia yang aku ketahui. Saat SMA, aku mengikuti seni tari yang bisa kuceritakan padanya. Lihat bukan? Betapa semua hal yang sudah terjadi padaku memiliki akibat. Akibatnya adalah aku bisa memberikan sebuah fakta bahwa aku pernah melakukan ini itu bukannya menjawab bahwa aku tidak tahu apa itu pemimpin, aku tidak sempat mempelajari budaya Indonesia, aku hanya belajar dan belajar tentang pelajaran sekolah, dan alasan-alasan lain yang bisa membuatku kehilangan kesempatan emas ini.

Kronologi Part#2


Beberapa sahabatku selalu berdiri disampingku, memberikan semangat dan saran. Mereka selalu menanyakan perkembangan berkas beasiswaku setiap waktu. Dan yang paling utama adalah Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhanku. Semakin aku dekatkan diriku padaNya melalui ibadah-ibadahku seperti sholat, puasa sunnah dan bersedekah. Mungkin terdengar seperti aku melakukan ibadah tersebut hanyalah untuk beasiswa ini semata. Padahal, aku menyadari bahwa adanya beasiswa ini hanyalah perantara agar ada suatu titik balik dalam hidupku dimana aku meningkatkan ibadahku kepadaNya. Tanpa adanya beasiswa ini, mungkin ibadah-ibadahku akan seperti dulu-dulu yang hanya biasa-biasa saja.

Aku berhasil mengirim berkas beasiswa tersebut tepat waktu, dengan banyak sekali rintangan yang menghadang mulai dari susahnya mencari dosen yang bersedia memberikan surat rekomendasi kepadaku sampai rasa khawatir yang berlebihan pada skor TOEFL ITP yang disyaratkan minimal 450. Namun sekali lagi, aku mengucap syukur kepada Allah yang telah mengijinkanku untuk menjalani langkah awal ini dengan lancar. Dan akupun tetap menjaga agar berita bahwa aku sedang mengirim berkas beasiswa IELSP hanya diketahui oleh orang-orang yang terbatas. Karena ini barulah langkah awal, langkah kecil yang belum ada apa-apanya. Aku tidak mau jikalau aku sudah gembar-gembor tentang ini ke semua orang dan akhirnya adalah aku tidak lolos seleksi beasiswa. Ini akan sangat memalukan bagiku, oleh karenanya aku juga berbicara pada orangtua, keluarga, dan para sahabatku untuk tetap menjaga berita ini.