Pages

Kamis, 28 Juni 2012

Kumpulan Catatan PDO


"..dunia ini luas, seluas engkau membayangkan luasnya. dunia ini sempit, sesempit engkau membayangkan sempitnya. bergeraklah! lihatlah dunia! lihat dan pelajari. nanti kau akan yakin bahwa apa yang sudah kau lihat sekarang belum ada seperjuta dari itu semua.."

perjalanan Pre Departure Orientation (PDO) atau orientasi sebelum pemberangkatan diawali dengan memulai perjalanan cukup panjang ke stasiun Gubeng Baru Surabaya. dan tanpa saya sadari, stasiun yang saya tuju adalah stasiun Gubeng Lama. sehingga saya dan teman saya yang berasal dari Madura (Nabila) harus naik becak untuk memutar ke stasiun yang baru. seharusnya kami tidak perlu memutar, hanya perlu menyebrang di dalam peron stasiun lama. namun karena ketidaktahuan, kami memutuskan naik becak. sungguh, ketidaktahuan itu mahal harganya.

Senin, 18 Juni 2012

Ketika Teman


"teman itu berjalan beriringan denganmu, bercanda denganmu, dan menghapus dukamu. kadangkala dia malah yang menyebabkan duka itu, namun apakah begitu mudahnya engkau menghapus kebaikan-kebaikannya selama ini hanya dengan satu dua kesalahan semata? untukmu, sahabatku.."

tiba-tiba diri ini ingin sekali membuat postingan tentang makhluk yang Allah kirimkan untukku, yang banyak membantu masalahku di kala aku di tempat perantauan menimba ilmu. sahabat itu ada dimana-mana, dan selamanya akan menjadi sahabat. karena ikatan ini kuat, setidaknya saya pernah mendengar bahwa manusia akan tertaut pada hati yang memiliki kesamaan dengannya dan ini terjadi secara alamiah. tidak bisa dipaksakan. entah mengapa, ketika bertemu dengan orang asing secara otomatis kita sudah bisa menentukan dengan siapa kita bisa nyaman dan "nyambung".

pertemuan dengan mereka, enam orang sahabatku di program studi Statistika kelas A, kira-kira tiga tahun yang lalu. memang tidak serta merta kami dipertemukan langsung ber-enam. mula-mula saya berteman dengan dua diantara mereka, yaitu Firsty dan Dinda.Firsty berasal dari Ponorogo dan Dinda berasal dari Kepanjen (Malang). ceritanya, waktu itu kuliah pertama kali di semester I tentang Biologi Dasar dan mereka berdua duduk di sebelah saya. dan perkenalan pun dimulai, sampai akhirnya usai kuliah kami memutuskan untuk saling mengunjungi tempat kost masing-masing dan percakapan-percakapan perkenalan lainnya dimulai hingga akhirnya kami menjadi semakin dekat.

Rabu, 30 Mei 2012

Hunian Tarbiyah

pagi sekali, ba'da shubuh Samsung Champ sudah berdering mendendangkan lagu Maher Zain "Allahu Akbar" selama sekitar 10 kali. saya yang sedari habis program kajian ba'da shubuh langsung belanja dan memasak di dapur (lantai 1), tidak mendengar dering itu. sampai ketika teman sekamar saya baru memanggil saya dan mengatakan bahwa ada telepon di handphone saya. seketika buru-buru saya mendaki sembilan anak tangga yang sedikit curam. ini pasti...

dan benar saja, di ujung sana terdengar suara perempuan berusia separuh abad yang dengan nada mengomel yang sangat saya rindukan, pertanda dia juga rindu padaku. dia lah ibu ku, yang lantaran penyakit khawatir berlebihannya kambuh lantas marah-marah karena telepon rutin nya lama tidak saya angkat (setiap jam 5 pagi ibu selalu menelepon saya, hanya untuk memastikan bahwa saya baik-baik saja). padahal sudah berulang kali saya jelaskan, bahwa rabu pagi adalah jadwal piket masak saya di kontrakan ini (hunian tarbiyah, Himatusy Syahidah).

Himatusy Syahidah (yang disingkat HS) merupakan satu dari sekian hunian tarbiyah (bahasa gampangnya : kontrakan akhwat) yang ada di kompleks kampus UB yaitu sekitar daerah Kerto. dinamakan daerah Kerto, karena nama jalan disini semuanya berawalan Kerto : ada Kerto Pamuji, Kerto Leksono, Kerto Sentono, Kerto Asri, Kerto Sari, dan Kerto-Kerto lainnya. HS beralamatkan di Jalan Kerto Leksono nomor 10A Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang. (ayo ayo parcel nya mampir #lhoh)

Senin, 28 Mei 2012

Random Entri

menjelang musim SNMPTN, kembali saya jadi kepikiran dan berandai-andai (padahal berandai-andai itu menyalahi takdir). dan ketika menjelang UAS seperti sekarang ini, saya juga kepikiran. seperti tersengat listrik, saya baru menyadari ternyata satu semester ini saya kurang belajar. selalu saja siklus pikiran seperti ini berulang dari semester ke semester hingga semester 6 ini. tidak lazim, memang. karena seharusnya pikiran itu tertinggal jauh di belakang. seharusnya.

apa yang paling saya sukai? dalam bidang apa saya nantinya bekerja? terlepas dari : karena saya perempuan sehingga memiliki pekerjaan di masa mendatang adalah nomor ke dua, setelah pekerjaan utama yaitu ibu rumah tangga. pernah suatu ketika teman sekelas saya di Statistika (laki-laki), dia bertanya : "ngapain cewek itu susah-susah kuliah? mending di rumah aja, nunggu ada yang ngelamar. toh, nanti mereka bakal di rumah aja ngurus anak. yang kuliah itu harusnya cowok semua, biar enak nih kelas nggak ribet". wah, serasa pengen langsung menendangnya saja saat ditanya seperti itu. tapi saya jawab : "pikiran-pikiran seperti itu adalah pikiran kolot, karena cewek juga berhak menimba ilmu. terlepas nanti mau dikemanakan ilmu itu, itu hak mereka". tapi setelah-setelah itu teman ini sering ngajak diskusi, ternyata dia orangnya berpikiran luas.

Selasa, 22 Mei 2012

Resep Baso Ikan


berawal dari sebuah kekaguman kepada ibu yang entah mengapa masakannya selalu "memukau" lidah saya (^^). bahkan, sampai merantau hampir tiga tahun pun saya belum menemukan tempat/warung makan yang setelah saya makan, menimbulkan rasa kangen untuk mencobanya lagi. dari sinilah, saya kemudian berfikir bahwa seorang wanita sejati itu harus bisa memasak. bayangkan kalau seorang ibu tidak bisa memasak sama sekali, memangnya mau beli makanan jadi terus? kan, kita tidak bisa jamin kehalalan dan kethoyyibannya (halah, apa aja ini).  ^^


nah, dari sekian resep yang pernah saya lihat pembuatannya (karena saya tipikal orang yang hanya bisa memasak sebuah resep setelah tahu/pernah melihat sendiri cara pembuatannya), kemarin saya coba praktekkan resep membuat baso. tapi bukan berbahan dasar daging, namun ikan. dan ikannya pun bukan ikan tengiri (yang rasa dan harganya terkenal mantap itu), melainkan ikan lele. walaupun, mitos orang Lamongan itu kalau makan ikan lele bisa gatal-gatal (saya termasuk yang tidak mempercayainya), saya yakin saja itu ikan bisa jadi baso yang rasanya enak dan amis ikannya tidak terasa. ide baso ikan lele ini berasal dari teman saya di fakultas perikanan, dan sebenarnya acara memasak baso ikan lele ini dikarenakan tuntutan pameran pendidikan di kabupaten Lamongan. jadi kami para penerima beasiswa dari bupati, diwajibkan mempresentasikan sebuah produk kreatif. alasan dipilihnya ikan lele sendiri, karena ikon kabupaten Lamongan adalah ikan bandeng dan ikan lele. kalau ikan bandeng, kita mungkin kesusahan di bagian memisahkan duri dari dagingnya. sebenarnya bisa menggunakan cara dipukul seluruh badan ikan sampai daging dan duri remuk kemudian baru dikeluarkan dan dipisah durinya satu per satu (susah bukan). sedangkan ikan lele tidak memiliki duri di dagingnya.

Minggu, 29 April 2012

Berbagi Pengalaman Mengurus Paspor


"Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang"

kalimat diatas merupakan penggalan dari artikel tentang guru besar bidang ilmu manajemen di Universitas Indonesia, pak Rhenald Kasali, tentang alasan mengapa mahasiswa harus memiliki paspor. postingan kali ini akan membahas langkah-langkah membuat paspor berdasarkan pengalaman saya.

setelah mendapat telepon dari pihak IIEF, maka saya sesegera mungkin mengurus paspor. karena paspor tersebut harus sudah jadi seminggu setelah telepon. karena sangat mendadak, tapi alhamdulillah saat itu saya sedang pekan sunyi menjelang Ujian Akhir Semester. (betapa Allah sungguh mempermudah langkah saya).

meskipun bisa mengurus paspor di Surabaya (dekat dengan rumah) namun saya memilih kembali ke Malang (walau sedang libur pekan sunyi) dan menurug paspor di Kantor Imigrasi Malang yang beralamat di Jalan R. Panji Suroso (dekat Kantor Pengadilan Agama). ini dikarenakan, salah seorang saudara bekerja di Kantor Imigrasi tersebut dan sebelumnya saya sudah menghubungi beliau. alhamdulillah, jika ada kenalan seperti ini maka proses pembuatan paspor terbilang 'aman' bagi saya yang baru pertama kali mengurus paspor.

aman dalam artian, tidak terjerat rayuan calo disana. jangan salah ya, calo ada dimana-mana bahkan calo disini sangat jauh dari kesan 'calo'. disini, calo-nya berpakaian rapi jali dan dia siap sedia membimbing anda dalam mengurus paspor. dan betapa malangnya anda ketika memutuskan untuk memakai jasa calo, karena biayanya bisa dua kali lipat dari biaya normal.

Rabu, 11 April 2012

Lebih Jauh Tentang Dunia Anak


"...jika ingin belajar memaknai kejujuran, lihatlah ke dalam mata mereka... mata anak-anak..."

bermacam tipe anak yang bisa dijumpai, mulai dari tipe pendiam, cerewet, bandel, hiperaktif, cengeng, periang, smart, dan sebagainya. yang perlu diingat adalah, anak-anak susah didekati. meskipun ada juga yang bersikap open-minded jadi ketika ketemu siapa aja si anak akan langsung "cair". tapi jarang yang seperti itu, kebanyakan anak-anak itu langsung memasang semacam "protektor" bagi dirinya ketika ada orang asing yang mencoba mendekatinya.